
Dalam era di mana tanggung jawab sosial dan lingkungan semakin menjadi perhatian global, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar menjadi sangat penting. Edi Mangun, yang menjabat sebagai Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menjelaskan bahwa setiap inisiatif TJSL yang diimplementasikan oleh perusahaan bertujuan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang erat dengan masyarakat, program ini dirancang untuk tidak hanya memberikan bantuan sementara tetapi juga mendorong kemandirian dan kapasitas komunitas lokal.
Fokus pada Kemandirian dan Kapasitas Komunitas
Dalam pernyataannya, Edi menekankan bahwa program-program TJSL yang dijalankan oleh Pertamina tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek. Sebaliknya, mereka juga berupaya untuk menguatkan kemandirian masyarakat dan meningkatkan kapasitas komunitas. Hal ini mencakup penyediaan solusi yang berkelanjutan untuk berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi di daerah operasional perusahaan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta perubahan positif yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pengakuan Internasional atas Komitmen TJSL
Komitmen Pertamina dalam melaksanakan program TJSL mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada bulan April 2026, perusahaan ini berhasil meraih sejumlah penghargaan di ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards yang digelar di Bangkok, Thailand. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari konsistensi dan dedikasi perusahaan dalam menjalankan program-program sosial yang bermanfaat.
- Gold Award untuk kategori Product Excellence dengan AFT Supadio.
- Best Community Program untuk IT Banjarmasin.
- Silver Award dalam kategori Empowerment of Women oleh AFT Supadio.
- Bronze Award untuk kategori Best Environmental Excellence oleh AFT Supadio.
- Penghargaan serupa untuk AFT Syamsudin Noor, AFT Sepinggan, dan FT Tarakan.
Motivasi untuk Masyarakat dan Lingkungan
Edi menambahkan bahwa penghargaan yang diraih bukan hanya sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga menjadi pendorong semangat untuk terus menghadirkan program-program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan di sekitar area operasional.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, komunitas lokal, serta seluruh pegawai Pertamina. Semua pihak berkontribusi untuk menghadirkan program-program sosial yang membawa dampak positif dan berkelanjutan,” jelas Edi.
Menunjang Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Salah satu fokus utama dari program TJSL yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan adalah mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam hal ini, program-program yang ada berkontribusi pada beragam aspek, seperti:
- Pengentasan kemiskinan.
- Peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
- Pendidikan berkualitas untuk semua.
- Kesehatan dan pemberdayaan gender.
- Pemeliharaan lingkungan dan penanganan perubahan iklim.
Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat di Berbagai Wilayah
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus berkomitmen untuk menjalankan program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan di berbagai daerah operasionalnya. Berbagai inisiatif yang dilaksanakan tidak hanya berpengaruh positif secara sosial, tetapi juga secara ekonomi dan lingkungan, mendorong terciptanya komunitas yang lebih mandiri dan tangguh.
Program PASAR TERAS BERSAMA di IT Banjarmasin
Melalui program PASAR TERAS BERSAMA di IT Banjarmasin, Pertamina memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah organik, budidaya lele, edukasi mengenai kesehatan, serta penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi.
Transformasi Kesehatan di IT Pontianak
Di IT Pontianak, Pertamina melakukan transformasi Posyandu Aster yang menghadirkan layanan kesehatan digital terintegrasi. Program ini berbasis pada pemberdayaan perempuan dan dirancang untuk menjangkau beragam kelompok masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan layanan kesehatan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Model Ekonomi Sirkular di FT Tarakan
Program BLACKGOLD di FT Tarakan mengembangkan model ekonomi sirkular yang berfokus pada pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Selain itu, program ini juga berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Dengan inovasi yang ramah lingkungan, program ini menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberdayaan Melalui Inovasi di AFT Supadio
AFT Supadio juga melaksanakan berbagai inovasi dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Program-program ini tidak hanya membantu mengurangi limbah tetapi juga memberdayakan perempuan dan mengelola lahan gambut secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang berbasis pada potensi lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan berdaya saing.
Pendidikan Berbasis Lingkungan di AFT Syamsudin Noor
Dalam bidang pendidikan dan lingkungan, AFT Syamsudin Noor memperkenalkan program Eco Green School. Program ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan dan memperkuat budaya peduli terhadap lingkungan di kalangan siswa. Melalui inisiatif ini, anak-anak diajarkan untuk menjaga lingkungan sejak dini.
Program TALISERA di AFT Sepinggan
AFT Sepinggan juga berkontribusi dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui program TALISERA. Dengan pendekatan berbasis ekonomi sirkular, program ini berfokus pada pengembangan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui edukasi dan pelatihan, diharapkan masyarakat dapat mengelola limbah mereka dengan cara yang lebih produktif.
Melalui berbagai program yang inovatif dan kolaboratif, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program TJSL yang tidak hanya fokus pada keuntungan perusahaan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Dengan pendekatan yang berorientasi pada pemberdayaan, diharapkan dapat tercipta komunitas yang lebih mandiri dan berkelanjutan di masa depan.