Ratusan Massa Turun ke Jalan Protes Pemutusan Hubungan Kerja di PAMA Site KPCS

Aksi protes terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami oleh tenaga kerja lokal di PT Pama Persada Nusantara Site KPCS memanas pada Rabu, 20 Mei 2026. Ratusan massa dari Remaong Koetai Berjaya (RKB) melakukan unjuk rasa di berbagai lokasi di Sangatta, termasuk di Kantor PAMA Site KPCS, DPRD Kutai Timur, hingga ke Kantor Bupati Kutai Timur. Kejadian ini mencerminkan keresahan masyarakat atas keputusan perusahaan yang dianggap merugikan pekerja lokal.
Tuntutan Massa terhadap Kebijakan Perusahaan
Dalam demonstrasi tersebut, para pengunjuk rasa menuntut perusahaan untuk segera menghentikan pemutusan hubungan kerja dan meminta transparansi mengenai kebijakan pemberhentian karyawan. Mereka merasa tindakan PHK yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan keterbukaan.
Keluhan dari Keluarga Pekerja
Fauzi, Ketua RKB Kutai Timur, mengungkapkan bahwa banyak keluhan yang diterima dari keluarga pekerja yang merasa dirugikan oleh keputusan sepihak perusahaan. “Kami mendapatkan banyak laporan dari keluarga besar eks pekerja lokal PT PAMA mengenai pemberhentian yang dilakukan tanpa adanya penjelasan yang jelas,” ujarnya.
Dampak PHK Terhadap Tenaga Kerja Lokal
Massa aksi juga menyoroti masalah serius terkait dengan masuknya tenaga kerja dari luar daerah, sementara pada saat yang sama, banyak pekerja lokal yang di-PHK. Keadaan ini semakin memperburuk situasi ketenagakerjaan di Kutai Timur dan menciptakan ketidakpastian di kalangan masyarakat lokal.
Penyampaian Tuntutan Utama
Dalam orasi mereka, para demonstran mengajukan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak PT PAMA untuk mempekerjakan kembali tenaga kerja lokal yang telah dirumahkan. Kedua, mereka meminta pemerintah daerah untuk membatasi masuknya pekerja dari luar Kutai Timur agar dapat memberikan kesempatan kerja yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
Peran Masyarakat Lokal dalam Pembangunan Ekonomi
“Kami tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas,” tegas Fauzi, menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam sektor ekonomi.
Proses Dialog antara Masyarakat dan Manajemen
Aksi demonstrasi ini berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan yang memastikan ketertiban. Beberapa perwakilan dari massa akhirnya diterima oleh manajemen perusahaan untuk melakukan dialog. Ini menunjukkan adanya upaya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dalam situasi yang genting ini.
Pernyataan Manajemen PT PAMA
Tri Rahmat Soleh, Kepala Departemen Human Capital PT PAMA Site KPCS, menyatakan bahwa perusahaan menghargai aksi protes yang dilakukan oleh massa. Ia menjelaskan bahwa saat ini, kondisi operasional perusahaan mengalami penurunan karena berkurangnya area kerja di Kutai Timur. Dari tiga area operasional yang ada, sekarang hanya tersisa satu area yang masih aktif. Hal ini memaksa perusahaan untuk melakukan optimalisasi tenaga kerja.
Data Tenaga Kerja yang Diberhentikan
Tri juga menjelaskan bahwa sekitar 400 pekerja telah dikeluarkan dari wilayah Kutai Timur, dan sebagian besar dari mereka adalah tenaga kerja non-lokal. Ia membantah anggapan bahwa perusahaan melakukan kebijakan pemutusan kerja secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya.
Langkah Selanjutnya
Pertemuan antara manajemen PT PAMA dan RKB ditutup dengan penyusunan notulensi hasil diskusi sebagai langkah tindak lanjut atas tuntutan yang disampaikan oleh massa. Ini menunjukkan bahwa ada niat dari kedua belah pihak untuk mencari solusi bersama dalam menyelesaikan masalah yang ada.
Protes ini mencerminkan bahwa masyarakat memiliki suara yang harus didengar dalam situasi yang menyangkut keberlangsungan hidup mereka. Dengan adanya dialog yang konstruktif, diharapkan dapat tercipta hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan pekerja lokal demi kemajuan bersama.
- Pentingnya transparansi dalam kebijakan perusahaan.
- Dukungan terhadap tenaga kerja lokal dari pemerintah daerah.
- Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
- Optimalisasi tenaga kerja sebagai respons terhadap kondisi operasional perusahaan.
- Perlunya dialog yang berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat.
Dengan demikian, aksi protes pemutusan hubungan kerja di PAMA Site KPCS ini bukan hanya soal ketidakpuasan atas kebijakan perusahaan, namun juga merupakan refleksi dari harapan masyarakat untuk mendapatkan keadilan dan kesempatan yang lebih baik dalam dunia kerja. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat bekerja sama demi kebaikan bersama.