Warga Sibolga Menghadapi Masalah Air Minum Tirta Nauli Sering Macet dan Kualitas Kuning

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan akses air bersih, masyarakat Sibolga, khususnya di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, menghadapi tantangan serius terkait pelayanan air minum yang disuplai oleh Perumda Air Minum Tirta Nauli. Keluhan mengenai kualitas air yang buruk dan distribusi yang tidak konsisten semakin mengkhawatirkan, mendorong warga untuk meminta perhatian lebih dari pihak berwenang.
Kualitas Air yang Memprihatinkan
Warga melaporkan bahwa air yang disalurkan oleh Perumda Air Minum Tirta Nauli tidak hanya sering mengalami gangguan aliran, tetapi juga berwarna kuning dan keruh. Situasi ini menjadi lebih parah, terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti dari pagi hingga menjelang maghrib, di mana aliran air sering terhenti.
Nuruddin Hutapea, salah satu warga yang mengungkapkan kekecewaannya, menegaskan bahwa kualitas air yang diterima semakin memburuk dari hari ke hari. “Sebelumnya mereka berjanji akan meningkatkan kualitas air, tetapi kenyataannya justru sebaliknya,” keluhnya saat berbincang dengan awak media.
Pemerintah dan Hiburan Rakyat
Banyak warga, termasuk Nuruddin, merasa bahwa Pemerintah Kota Sibolga, di bawah kepemimpinan Akhmad Syukri Nazry Penarik, lebih fokus pada kegiatan hiburan rakyat dalam rangka Hari Jadi Kota Sibolga dibandingkan dengan memperbaiki infrastruktur penyediaan air bersih. “Saluran air yang keruh dan tidak layak konsumsi merupakan pelanggaran hak pelanggan serta standar pelayanan publik,” tambahnya.
Aliran Air yang Tak Stabil
Dengan aliran air yang hanya menetes, banyak warga merasa kesulitan, tidak hanya untuk mandi, tetapi juga untuk mencuci pakaian. Keluhan mengenai masalah ini telah disampaikan kepada petugas Perumda Air Minum Tirta Nauli, namun sayangnya, tanggapan yang memuaskan belum juga diterima.
Gagal dalam Amanah
Jusmaini, seorang warga berusia 50 tahun, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Perumda Air Minum Tirta Nauli. Ia berpendapat bahwa pihak perumda telah gagal menjalankan amanahnya dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. “Kami terpaksa membuat saringan filter dari kran pipa ke penampungan air, berharap airnya bersih, tetapi tetap saja keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi,” ungkapnya.
Masalah Distribusi Air
Saat cuaca hujan, distribusi air semakin menurun, meskipun hujan hanya berlangsung sebentar. Kondisi ini semakin memperburuk situasi yang sudah buruk. Warga merasa sangat dirugikan, terutama mengingat tagihan bulanan yang tetap tinggi meskipun air yang diterima tidak layak untuk digunakan.
Bahkan, apabila terjadi keterlambatan dalam pembayaran, warga dikenakan denda. “Kami merasa tertekan, jika telat membayar, langsung didenda. Seharusnya Perumda Air Minum Tirta Nauli juga mendapatkan konsekuensi jika airnya keruh dan sering mati,” keluh seorang pelanggan.
Hak Pelanggan yang Terabaikan
Menurut aturan yang berlaku, setiap pelanggan berhak menerima air yang layak, tidak berbau, tidak berwarna, dan bebas dari zat berbahaya. Jika kualitas air terus menerus tidak memenuhi standar, konsumen memiliki hak untuk meminta ganti rugi atau penurunan tarif pembayaran.
Keluhan yang Menggema di Tengah Warga
Jusmaini menegaskan bahwa banyak warga yang mengeluh akan kondisi air yang sering macet dan keruh. Mereka mempertanyakan kinerja Perumda Air Minum Tirta Nauli dalam menangani masalah ini.
Sejumlah warga berharap agar media dapat membantu menyampaikan keluhan mereka kepada Perumda Air Minum Tirta Nauli agar segera menanggapi masalah kualitas air yang buruk ini.
Harapan untuk Perbaikan
“Kami berharap Perumda Air Minum Tirta Nauli bisa cepat tanggap agar aliran air tidak macet dan kualitas air yang diterima pelanggan bisa kembali bersih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Jusmaini penuh harapan.
Di samping itu, masyarakat juga mendesak Pemerintah Kota Sibolga untuk mengambil langkah nyata dalam memperbaiki kinerja manajemen Perumda Air Minum Tirta Nauli. Mereka berharap agar hak atas akses air bersih dapat segera dipenuhi demi kesejahteraan warga.