Transformasi RSUD Panyabungan Menjadi RS Rujukan Regional melalui Sinergi dengan Kemenkes

Transformasi rumah sakit menjadi pusat rujukan regional merupakan tantangan yang dihadapi banyak fasilitas kesehatan di Indonesia. RSUD Panyabungan, yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal, mengambil langkah strategis untuk berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dalam upaya ini, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Muhammad Rusli Pulungan, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga memanfaatkan dukungan dari pemerintah pusat.
Sinergi RSUD Panyabungan dan Kementerian Kesehatan
Pada Forum Konsultasi Publik yang diadakan untuk sosialisasi dan konsolidasi Rencana Strategis RSUD Panyabungan tahun 2025-2029, dr. Rusli mengungkapkan bahwa kebutuhan dana untuk pengembangan rumah sakit sangat besar, mencapai miliaran hingga ratusan miliar rupiah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari Kemenkes untuk mewujudkan visi tersebut.
“Sekitar 90 persen dari pembiayaan pembangunan fisik RSUD Panyabungan saat ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan. Kami lebih memilih untuk bersinergi daripada berjalan sendiri,” jelas dr. Rusli dengan tegas di Aula RSUD Panyabungan.
Pusat Layanan Kesehatan Nasional
Sejak tahun 2023, RSUD Panyabungan telah ditetapkan sebagai lokasi pelayanan prioritas nasional, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Madina untuk meningkatkan statusnya menjadi pusat rujukan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Hal ini menandakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut.
- Kanker
- Jantung
- Stroke
- Uro-Nefrologi
- Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Fokus utama dalam pelayanan medis mencakup beberapa bidang kritis, seperti kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak. Strategi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
“Pada tahun 2025 dan tahun berjalan ini, kami juga memperluas cakupan prioritas ke bidang non-KJSU-KIA, yang mencakup penyakit paru, kesehatan jiwa, kesehatan mata, serta THT,” tambah dr. Rusli.
Dukungan Infrastruktur dan Alat Kesehatan
Lebih lanjut, dr. Rusli menjelaskan bahwa dukungan dari Kemenkes untuk RSUD Panyabungan tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur gedung, tetapi juga mencakup pengadaan alat kesehatan yang mutakhir. Saat ini, rumah sakit ini telah menerima alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pengadaan tiga alat medis utama yang sangat dibutuhkan.
- Catheterization Laboratory (Cath Lab)
- CT Scan
- Mamografi
Ketiga alat tersebut telah diterima oleh RSUD Panyabungan pada awal bulan April dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Bantuan Presiden untuk Penguatan Alat Kesehatan
Selain itu, dr. Rusli memaparkan adanya tambahan dana melalui Bantuan Presiden (Banpres) yang mencapai kurang lebih Rp22 miliar. Nota kesepakatan bantuan ini telah ditandatangani sebelum Idul Fitri dan akan dialokasikan untuk penguatan alat kesehatan lebih lanjut, yang tentunya akan berdampak positif bagi kualitas pelayanan rumah sakit.
Direktur yang telah menjabat selama lima tahun ini berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “RSUD Panyabungan bertekad untuk mengikuti standar nasional yang ditetapkan oleh Kemenkes. Tujuan kami adalah agar masyarakat Mandailing Natal dapat menikmati layanan kesehatan berkualitas tinggi tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke luar daerah,” ungkapnya.
Konsultasi Publik dan Program Masa Depan
Konsultasi Publik dengan tema “Transformasi RSUD Panyabungan Menuju Rumah Sakit Rujukan Utama Tabagsel 2030” masih terus berlangsung. Dalam forum tersebut, direktur memaparkan kondisi dan program rumah sakit ke depan di hadapan para tamu undangan, termasuk Dewan Pengawas, tokoh masyarakat, tokoh pers, dan perwakilan dari Puskesmas di Kabupaten Madina.
Selama sesi konsultasi publik, berbagai masukan dan saran dari masyarakat dan stakeholder lainnya sangat dihargai. Hal ini menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam proses transformasi RSUD Panyabungan menjadi rumah sakit yang lebih baik.
Dengan adanya dukungan kuat dari Kementerian Kesehatan dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan RSUD Panyabungan dapat mencapai tujuannya sebagai rumah sakit rujukan regional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
