Mulai 17 Maret, Polisi Terapkan One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap di Jalur Mudik untuk Operasi Ketupat 2026

Pemantauan dan pengamanan terhadap arus balik dan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah telah menjadi agenda utama Kepolisian Republik Indonesia. Dalam rangka ini, telah dimulai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, yang merupakan langkah strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama Ramadan hingga hari raya Idul Fitri.
Operasi Ketupat 2026: Pengamanan Holistik
Operasi Ketupat 2026 bukanlah operasi biasa yang hanya mengatur lalu lintas. Lebih dari itu, operasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga hari raya Idul Fitri. Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, mengungkapkan bahwa jajaran Polri telah siap bergerak sejak Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat yang dipimpin langsung oleh Kapolri di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Menurut Agus, Operasi Ketupat 2026 telah siap berjalan dan segera memastikan bahwa momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat berlangsung dengan aman. Fokus pengamanan tidak hanya terbatas pada jalur mudik, melainkan mencakup seluruh aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.
Struktur Pengamanan: Lima Klaster Utama
Untuk memastikan efektivitas pengawasan, Polri telah membagi pengamanan Operasi Ketupat 2026 ke dalam lima klaster utama. Klaster-klaster ini mencakup:
- Jalur jalan tol
- Jalan arteri utama
- Kawasan pelabuhan penyeberangan
- Simpul transportasi seperti terminal, bandara, dan stasiun
- Tempat ibadah dan destinasi wisata
Agus menegaskan bahwa skenario pengamanan telah disusun bersama berbagai pemangku kepentingan. Dengan harapan, Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih baik dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia.
Peran Teknologi Digital dalam Pemantauan Lalu Lintas
Dalam era digital ini, Polri memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Korlantas Polri mengoperasikan berbagai perangkat canggih, seperti drone pemantau, kamera pengawas, hingga body camera yang digunakan petugas di lapangan.
Perangkat-perangkat tersebut mengirimkan data lalu lintas secara real time, memungkinkan petugas untuk segera mengambil keputusan ketika kepadatan kendaraan meningkat. Dengan dukungan teknologi ini, Polri dapat mengantisipasi kemacetan lebih cepat dan melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Rekayasa Lalu Lintas Berdasarkan Data Kendaraan
Korlantas Polri juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti contraflow dan one way, yang akan diterapkan berdasarkan data jumlah kendaraan yang dipantau melalui sistem traffic counting. Agus menjelaskan, rekayasa contraflow akan diberlakukan ketika volume kendaraan mencapai 5.500 kendaraan per jam.
Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 bukan hanya operasi pengamanan biasa, melainkan operasi yang memadukan strategi, teknologi, dan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan suasana Ramadan dan Idul Fitri yang aman, tertib, dan bahagia bagi seluruh masyarakat Indonesia.