Marga Sinaga dan BP Toba Caldera UNESCO Global Geopark Tandatangani MoU Perkuat Kolaborasi Pelestarian Danau Toba

Pada tanggal 11-12 April 2026, sebuah momen penting terjadi di kawasan Danau Toba ketika Marga Sinaga dan BP Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan daerah sekitar danau. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan kedua organisasi, menciptakan momentum positif untuk keberlanjutan ekosistem Danau Toba yang terkenal. Penandatanganan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan langkah konkret yang menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam mewujudkan tujuan bersama.
Komitmen Pelestarian Lingkungan
Ketua Umum Persatuan Tarigan Sinaga Bermanfaat (PPTSB), Edison Sinaga, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan manifestasi dari kesepakatan untuk menjaga bumi, khususnya kawasan Danau Toba, yang telah menjadi rumah bagi banyak komunitas. Eliaser Wilmar Simandjorang, Dewan Pakar PPTSB, menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan prinsip-prinsip global UNESCO yang mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis geopark.
Dalam nota kesepahaman ini, tercantum berbagai bidang kerja sama strategis yang akan dijalin selama lima tahun ke depan, termasuk:
- Pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat lokal
- Inovasi dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal
- Pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan
- Pembinaan generasi muda dalam pelestarian budaya
- Pelestarian lingkungan dan budaya lokal
Rencana Kerja dan Implementasi
Acara penandatanganan ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, tetapi juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai langkah-langkah konkret untuk pelaksanaan program kerja sama. PPTSB berbagi rekam jejaknya yang telah berjalan sejak tahun 1940, dengan berbagai inisiatif seperti penghijauan yang berbasis pada marga, pengelolaan kebun bibit, dan pengawasan kawasan hijau di sekitar Danau Toba.
Di sisi lain, BPTCUGGp menjelaskan pencapaian internasional yang diraih, termasuk pengakuan “Green Card” dari UNESCO untuk Toba Caldera sebagai Geopark Global. Selain itu, mereka juga memaparkan rencana pengembangan geosite baru dan pelaksanaan Geofest 2026 yang akan datang, serta penguatan program reboisasi yang sangat penting untuk kelestarian kawasan tersebut.
Tantangan dan Harapan Kolaborasi
Wilmar mencatat bahwa tantangan utama kini bukan hanya terletak pada perumusan konsep, tetapi juga pada keberanian untuk mengeksekusi program yang telah disepakati. “Kerja sama ini akan diuji oleh hasilnya di lapangan, apakah lingkungan semakin terjaga, masyarakat merasakan manfaat nyata, dan generasi muda terlibat aktif,” tegasnya.
Dia juga menekankan peran penting BPTCUGGp dalam memastikan arah dan konsistensi implementasi, sementara PPTSB diharapkan dapat memanfaatkan jaringan komunitas dan kedekatan kultural yang dimiliki untuk mendukung inisiatif ini.
Pentingnya Keterlibatan Generasi Muda
Dalam pertemuan tersebut, muncul penekanan pada pentingnya melibatkan generasi muda dalam jaringan geopark global. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi dan mempersiapkan mereka sebagai agen perubahan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Pengembangan ruang edukasi seperti museum tematik juga diusulkan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian kawasan Danau Toba.
Program-program yang berbasis pada rekomendasi UNESCO juga menjadi fokus utama, sehingga usaha pelestarian dapat berjalan dengan lebih terarah dan terukur.
Partisipasi Aktif dari Para Pemangku Kepentingan
Acara yang berlangsung selama dua hari ini juga dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat PPTSB, termasuk Eduard Sinaga, Aldon Sinaga, dan Yas Sinaga. Kehadiran berbagai tokoh ini menunjukkan komitmen kolektif untuk mendukung pelestarian Danau Toba melalui sinergi antara organisasi yang memiliki visi yang sama. Selain itu, Ketua Yayasan PPTSB, Hombar Sinaga, dan anggota Dewan Pakar Osbet Sinaga turut memberikan dukungan terhadap kolaborasi ini.
Jajaran manajer BPTCUGGp juga hadir dalam acara ini, termasuk Petrus Parlindungan Purba, Tikwan Raya Siregar, dan Ovi Vensus Samosir, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai tujuan bersama.
Ramah Tamah dan Penutup Acara
Rangkaian kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman ini ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana semua pihak dapat berbagi ide dan mendiskusikan langkah-langkah ke depan dalam pelestarian Danau Toba. Ini adalah kesempatan bagi semua pemangku kepentingan untuk memperkuat hubungan dan membangun komitmen bersama dalam menjaga kekayaan alam dan budaya yang ada di kawasan ini.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Marga Sinaga dan BP Toba Caldera UNESCO Global Geopark diharapkan dapat menjadi contoh yang baik dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.